Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2011

Ini Tipe Pengguna Twitter Berdasar Karakter


Sebagai situs jejaring sosial, Twitter tergolong unik. Dengan fitur yang bisa dibilang hanya teks semata, jejaring sosial karya Jack Dorsey ini sukses menjadi salah satu jejaring sosial favorit.
Sebagai jejaring sosial yang bisa juga disebut SMS-nya dunia maya, ada sejumlah tipe pengguna Twitter. Secara umum, pembagian tipe ini bisa dilihat berdasarkan sebagian besar tweet yang dituliskan.


Berikut merupakan delapan tipe pengguna Twitter berdasarkan karakter kepribadian, seperti dikutip dari Macobserver:


1. Penghibur
Tipe ini dikaruniai kemampuan dan pesona untuk memikat orang dalam komunikasi singkat, yang tentu saja terbatas dalam 140 karakter. Para penghibur di twitterland ini akan membuat Anda tersenyum, hanya dengan membaca tweet-nya atau ketika mengomentari dan menanggapi tweet orang lain.


2. Penyampai kabar
Tipe ini sepertinya tidak punya kebutuhan untuk menghibur orang lain, melainkan merasa butuh untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Pengguna twitter dengan tipe ini akan mengumpulkan informasi dan membaginya untuk kepentingan orang lain. Baik itu dalam bentuk tautan video atau berita.

3. Tour Guide

Biasanya, tipe orang seperti ini adalah yang berbagi pengalaman. Tipe ini seperti 'mengajak' Anda di setiap pengalaman yang dia rasakan. Tak hanya itu, link foto pun akan terpasang di tweet, sehingga Anda bisa melihat langsung, dari pemandangan yang dia lihat hingga makanan yang sedang dia nikmati.


4. Penurut
Tipe ini biasanya akan menurut untuk mengisi tweet dengan pertanyaan standar ala Twitter, "what's happening?". Dan.. tipe ini akan menjawab dengan segala macam yang sedang dia kerjakan. Dari menyiapkan makan malam, hingga menggunting kuku. Tentu tipe seperti ini membosankan, kecuali dia menjawabnya juga dengan candaan ala tipe penghibur.


5. Promosi Diri
Tipe seperti ini biasanya merupakan penulis yang berpikir Anda mem-follow dia karena Anda ingin tahu mengenai karyanya. Jadi dia akan bercerita di tweet-nya segala sesuatu tentang yang dia lakukan dalam berkarya. Ini semua dilakukan hanya untuk mempromosikan dirinya sendiri.


6. Pemarah
Di tweet-nya, tipe seperti ini selalu marah terhadap sesuatu. Dari kejadian sepele yang dialaminya di dunia maya, apalagi kejadian besar yang dialaminya di dunia nyata. Tak jarang dalam tweet-nya, tipe ini menggunakan huruf kapital. Entah kenapa, tetap saja ada followers yang mengikutinya. Mungkin followers tipe ini memiliki ketidaksukaan yang sama, tapi tidak berani untuk mengungkapkan, misalnya untuk marah-marah soal pekerjaan.

7. Manja

Biasanya tipe ini selalu memanfaatkan Twitter untuk menjawab kebutuhannya. Misalnya: "Saya lagi di Yogya nih. Apa ada rekomendasi makanan enak di sini?" Bahkan, tipe seperti ini biasanya juga 'pamer' walau tweet-nya seperti orang yang selalu merasa butuh pertimbangan Anda. Misalnya dengan tweet seperti: "Duh, bingung. Mau liburan ke Australia atau Jepang yah?" Bukan tak mungkin juga orang tipe ini yang merasa tidak pernah percaya diri dengan keputusan yang dia buat, dan selalu butuh (needy) pertimbangan orang lain.


8. Seleb-twit
Tipe ini tahu kalau Twitter merupakan cara yang paling terbaru dan terkeren untuk berinteraksi dengan fans. Biasanya, tipe ini juga senang dipuja oleh followers-nya (sering re-tweet hal-hal bagus yang ditujukan kepadanya). Tapi bagaimanapun, selebriti juga orang biasa. Mereka sering pula menjadi tipe promosi diri, pemarah, atau manja. Namun, tentu dengan pertimbangan tak ingin tweet yang dibuat akan merusak citranya.
• VIVAnews--sains

"Twitter untuk Picu Interaksi di Dunia Nyata"


Jack Dorsey (pendiri Twitter) berpendapat, teknologi seperti Twitter bisa jadikan manusia lebih manusiawi.


Kemajuan teknologi sering dituding menjadi penyebab dehumanisasi, atau menjadikan manusia kehilangan sisi manusiawi, terutama sebagai makhluk sosial. Dengan jejaring sosial misalnya, interaksi langsung yang menjadi dasar dari sisi sosial manusia, misalnya tatap mata atau sentuhan, menjadi berkurang.

Tapi pernyataan berbeda diungkapkan pendiri Twitter, Jack Dorsey. Menurut Dorsey, jika teknologi diperlakukan sebagaimana mestinya, maka teknologi akan menjadikan manusia lebih memahami sisi kemanusiaannya, dan bukan malah mengurangi.

"Saya sangat yakin, semakin kita memahami teknologi kita akan semakin memiliki empati," kata Dorsey saat berbicara dalam sebuah konferensi di San Francisco, kemarin.

Dorsey kemudian mencontohkan, dengan melihat lini masa di Twitter, kita bisa mengetahui kebiasaan yang dilakukan kontak kita di Twitter, dari hari ke hari. "Kita bisa menghindari konflik karena kita harus memahami dari mana orang lain berasal," ucap Dorsey yang juga pendiri epayment Square.

Dorsey mengakui, berkembangnya teknologi internet menjadikan orang lebih sering terpaku ke layar, baik itu ponsel, tablet, atau PC. Namun, bukan itu tujuan Dorsey membuat Twitter atau Square. Twitter atau Square dianggap Dorsey berhasil jika bisa mendorong interaksi manusia secara nyata, di dunia nyata.

"Keduanya hebat untuk mendorong lebih seringnya interaksi tatap muka manusia. Saya percaya kalau informasi ini dan alat-alat ini menolong kita untuk menjadi lebih baik," tutur Dorsey.

"Tapi kita harus yakin sebagai pembuatnya bahwa alat ini tidak begitu kuat (pengaruhnya), tapi ini bernilai, dan ini tidak bisa mengalihkan perhatian kita. Jadi bukan menjadikan teknologi lebih utama, tapi manusia lebih utama, dan yang lebih penting adalah menjadikan manusia yang menggunakan teknologi menjadi utama," jelas Dorsey.

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini Dorsey juga memberikan saran kepada para wirausaha di bidang teknologi untuk tetap fokus. "Simplifikasi itu nomor satu. Bekerja keras untuk menjadikan sesuatu menjadi bernilai memang hal tersulit yang harus dilakukan," ucap Dorsey.

"Tapi menjadikan sesuatu itu menyenangkan juga penting. Kita berada di industri yang sangat serius, dan ini juga merupakan saat yang serius. Kita harus ingat untuk menyempatkan diri bersantai," ujar Dorsey. 
GigaOM (eh)• VIVAnews